Obama Kembali Terpilih Jadi USA 1



Warga Chicago bersorak-sorai menyambut Barack Obama, yang terpilih lagi sebagai presiden AS setelah dinyatakan memenangi pemilu, kalahkan rivalnya Mitt Romney dalam hitung cepat sejumlah stasiun televisi terkemuka.

Dalam pidato kemenangan yang dinanti-nanti para pendukungnya, Obama menyatakan bahwa saat ini dia tidak hanya berbicara untuk para pendukung Partai Demokrat yang mencalonkannya, namun juga kepada seluruh rakyat AS, termasuk para pendukung Romney yang diusung Partai Republik. Obama menginginkan seluruh rakyat Amerika kembali bersatu membawa bangsa bangkit dari krisis ekonomi dan masalah-masalah lain.

“Kita adalah suatu keluarga Amerika. Kita tumbuh dan jatuh bersama sebagai satu bangsa,” kata Obama dalam pidato kemenangannya, yang menggugah hati, seperti dikutip stasiun berita BBC. Sebelumnya, Romney secara pribadi sudah menelpon langsung kepada Obama sambil mengucapkan selamat atas kemenangannya di Pemilu 2012. Ini salah satu ciri khas demokrasi Amerika.

Di AS, pemenang Pemilu bukan ditentukan dari jumlah suara populer terbanyak, namun melalui mekanisme penghitungan khusus yang disebut electoral college. Berdasarkan mekanisme itu, setiap negara bagian diberi sejumlah suara elektoral (electoral votes) dalam komposisi yang berbeda, sesuai dengan proporsi penduduk masing-masing.

Makin banyak warga yang punya hak pilih, makin besar pula porsi suara elektoral di suatu negara bagian. Pemenang ditentukan bila berhasil meraih sedikitnya 270 electoral votes. Menurut perhitungan sementara, Obama telah mengantongi 303 suara elektoral sedangkan Romney 206, lebih dari cukup untuk menyatakan diri sebagai pemenang.

Suara elektoral lebih banyak didapat di negara-negara bagian yang padat penduduk. Namun, kunci kemenangan Obama adalah saat dia berhasil menguasai wilayah-wilayah pemilik suara elektoral yang besar namun selama ini cenderung netral – seperti Ohio, Iowa, Michigan, dan lain-lain. Wilayah-wilayah ini memiliki banyak pemilih dari kalangan kelas menengah ke bawah dan para pekerja.

Kalangan media massa AS yakin bahwa salah satu kunci kemenangan Obama kali ini adalah dia berhasil memberdayakan pasukan relawan, seperti saat dia unggul pada Pemilu 2008. Terorganisir dengan baik, para relawan ini tak henti-henti bekerja bukan saja untuk mengumpulkan dukungan, namun mereka menjalankan tugas yang lebih strategis, yaitu mengajak warga AS untuk menggunakan hak pilih.


Lo Masih 0 komentar, dikomentari donk.!

Tinggalkan Komentar. Kalau tidak mau komentar ya, tinggalin duwit ya..hihihi