Penyair Usil Dengan Gadis Cantik Mau Bunuh Diri



"WANITA CANTIK" Seorang penyair terkenal, karena syair2 puisinya pulang kampung dari merantau.

Di pinggir sebuah jembatan sungai yang airnya deras, dia melihat seorang wanita muda cantik sedang terisak-isak menangis.

Sang penyair mulai melancarkan jurus syair mautnya: "Duhai wanita idaman, sedang apakah gerangan dinda berdiri di sini ?"

Wanita (ketus): "Jangan cegah saya! Saya mau bunuh diri!"

Penyair: "Baiklah, kanda tidak akan mencegah, namun sudilah berikan kecupan dinda yang terakhir sebagai kenang-kenangan”

Tanpa ragu sang wanita muda menghampiri penyair, dan memberikan kecupan yang sangat mesra, dan bergairah di bibirnya, dan penyair pun membalas ciuman sang wanita . . .

Setelah sekian lama mereka berciuman sang penyair pun bertanya kembali.
Penyair: "Dinda, sungguh lembut nan nikmatnya kecupanmu. Satu hal yang kanda mau tanya, kenapa dinda mau bunuh diri?”

Sambil terisak-isak dalam tangis si wanita muda menjawab: "Hidup saya sudah tidak berarti Bang, kedua orangtua saya melarang saya berdandan seperti wanita . . . hiks . . . hiks.”

Penyair: Haaaaaa ... kampreet gilaa ... loo ... nazisss ... Banciiii ... Banciiiiii...


Lo Masih 0 komentar, dikomentari donk.!

Tinggalkan Komentar. Kalau tidak mau komentar ya, tinggalin duwit ya..hihihi