Bantuan 1 juta Riyal (3,8 M) untuk tiap korban peristiwa jatuhnya crane

0 Commenter
RAJA Salman bin Abdul Aziz perintahkan pencairan dana bantuan sebesar 1 juta riyal saudi (3,8 M) untuk setiap korban wafat dan luka parah dengan cacat permanen pada peristiwa jatuhnya crane di masjidil haram (11/09/2015). Selain itu ia pun memberikan tunjangan sebesar 500 ribu riyal saudi atau 1,9 Milyar untuk setiap korban terluka.

Raja Salman mempersilahkan kepada para korban dan keluarganya untuk mengajukan tuntutan perkara atas kejadian tersebut dan menyediakan pengadilan adhoc khusus untuk itu.

Ia juga mengundang dua orang kerabat untuk setiap korban wafat dari luar Saudi untuk pergi haji pada tahun depan (1437 H) lewat jalur khusus ‘undangan raja’. Sedangkan untuk para korban luka yang tidak bisa menunaikan ibadah haji tahun ini, diperbolehkan untuk kembali menunaikannya tahun depan, juga lewat jalur ‘undangan raja’.

Bagi korban yang terpaksa dirawat di rumah sakit-rumah sakit Saudi dalam jangka waktu lama, Raja mengeluarkan visa ziarah bagi keluarga mereka untuk mengjenguknya.

Selain itu, Raja Salman telah menelaah laporan pansus (panitia khusus) yang ia bentuk untuk menyelidiki peristiwa jatuhnya crane.

Laporan menyebutkan penyebab teknisnya adalah ketidakmampuan crane untuk menahan tekanan badai saat besi-besi utama penyangganya dicopot karena crane sedang dalam kondisi off.

Hal itu dianggap menyalahi standar prosedur operasional. Laporan pun menilai kontraktor tidak melaksanakan standar keselamatan kerja dengan baik karena tidak berkomunikasi dengan BMG Saudi tentang kondisi cuaca yang memburuk dan tidak memasang alat pengukur kecetapan angin pada crane di lokasi proyek.

Laporan mengisyaratkan akan mengevaluasi kontrak proyek penyedia crane (Kansas Co.), menginspeksi semua crane yang saat ini masih digunakan dari aspek keamanan dan keselamatan kerja.

Raja Salman menindaklanjuti laporan pansus dengan memerintahkan pencekalan Insinyur sipil Bakr bin Muhammad bin Ladin, seluruh jajaran direksi Bin Ladin Co., dan semua pihak yang terkait peristiwa kelam itu untuk bepergian ke luar negeri serta melarang perusahan konstruksi terbesar di Timur Tengah itu untuk ikut tender-tender baru.

Semua sanksi untuk Bin Ladin Co. tidak akan diangkat sampai penyelidikan mendalam atas kasus ini tuntas dan konsekuensi hukum atas peristiwa itu ditetapkan.

Raja Salman pun memerintahkan Kementrian Keuangan dan dinas terkait untuk mengevaluasi semua proyek pemerintah yang tengah digarap oleh Bin Ladin Co. dan memberi mereka wewenang untuk menghentikan proyek-proyek tersebut jika tidak memenuhi standar keamanan dan keselamatan kerja.


posted from Bloggeroid

Baca Selanjutnya»

Pickup Lexus LXT Double Cabin Keren

0 Commenter
Just a quick rendering of adding Lexus LX’s front onto Toyota Tacoma. Guess what the T in the LXT name represents.

Menjadi merek kelas atas dari Toyota, Lexus rasanya agak janggal juga jika merek mobil mewah ini memiliki line up mobil pikap. Tapi nyatanya, ada sebuah tampilan Lexus dalam bentuk pikap kabin ganda lho. Hmm, keren atau tidak?

Dilansir carscoop, mobil Lexus pikap ini disapa sebagai Lexus LXT. Dengan tampilan sama seperti Fascia namun mengusung bodi milik Toyota Tacoma.

Mobil ini merupakan rekayasa digital dari tangan Theophillus Chin. Memang Lexus belum tentu akan memproduksi pikap, tetapi di negara yang menggemari pikap seperti Thailand atau Amerika, model pikap apapun pasti digemari.

Jika saja Lexus memperkenalkan pikap, bisa untuk menyaingi Chevrolet Silverado, Ford F-150, dan mobil pikap lainnya.

Baca Selanjutnya»