Hari Ibu Kartini Teladan Poligami

0 Commenter

Foto RA Kartini diatas banyak diunggah oleh netizen di sosial media, Facebook maupun Twitter.

Foto itu adalah foto Kartini bersama suaminya, R.M.A.A. Singgih Djojo Adhiningrat (tahun 1903).

Dalam foto yang banyak beredar di sosmed itu tertulis:

Kartini adalah anak dari ISTRI KETIGA Bupati Jepara
Kartini adalah ISTRI KETIGA Bupati Rembang.

Wikipedia menyebutkan:

"Oleh orangtuanya, Kartini disuruh menikah dengan bupati Rembang, K.R.M. Adipati Ario Singgih Djojo Adhiningrat, yang sudah pernah memiliki tiga istri. Kartini menikah pada tanggal 12 November 1903."

 Ayah Kartini pada mulanya adalah seorang wedana di Mayong. Peraturan kolonial waktu itu mengharuskan seorang bupati beristerikan seorang bangsawan. Karena M.A. Ngasirah (ibunya Kartini) bukanlah bangsawan tinggi, maka ayahnya menikah lagi dengan Raden Adjeng Woerjan (Moerjam), keturunan langsung Raja Madura. Setelah perkawinan itu, maka ayah Kartini diangkat menjadi bupati di Jepara menggantikan kedudukan ayah kandung R.A. Woerjan, R.A.A. Tjitrowikromo.

Baca Selanjutnya»

"Habis Gelap Terbitlah Terang" RA Kartini

0 Commenter
"Habis Gelap Terbitlah Terang" RA Kartini

Selama ini kita mengenal buku “Habis Gelap Terbitlah Terang” (“Door Duisternis Toot Licht”)
yg diterjemahkan oleh Armyn Pane,dari kumpulan surat2 Kartini kpd Ny Abendanon di negeri Belanda.

Banyak yg memaknai bhw judul ini mewakili curhat Kartini yg menyemangati kaum perempuan
di Indonesia utk meraih kebebasan

Sesungguhnya judul buku tsb tidak hanya dalam konteks emansipasi perempuan, tetapi memperjuangkan hak bangsa Indonesia untuk m'peroleh kemandirian.

Untuk lebih memahaminya, marilah kita ikuti kronologi sejarah yg sesungguhnya didukung oleh dialog dalam surat menyurat Kartini berikut:

Dalam suratnya kpd Stella Zihandelaar tgl 6 November 1899 RA Kartini menulis :

"Mengenai agamaku, Islam, aku harus menceritakan apa ?
Islam melarang umatnya mendiskusikan ajaran agamanya dgn umat lain. Lagi pula, aku beragama Islam krn nenek moyangku Islam. Bagaimana aku dpt mencintai agamaku, jika aku tdk mengerti
dan tidak boleh memahaminya ?

Al Qur'an terlalu suci tdk boleh diterjemahkan ke dalam bahasa apapun agar bisa dipahami setiap Muslim. Di sini tdk ada org yg mengerti Bahasa Arab. Di sini, orang belajar Al Qur'an tapi tidak memahami apa yg dibaca.Aku pikir, adalah gila orang diajari membaca tapi tidak diajari makna yg dibaca. Itu sama halnya engkau menyuruh aku menghafal Bahasa Inggris tapi tidak memberi artinya.
Aku pikir, tidak jadi orang sholeh pun tidak apa-apa asalkan jd org baik hati. Bukankah begitu Stella ?"

RA Kartini melanjutkan curhat-nya, tapi kali ini dlm surat tgl 15 Agustus 1902 yg dikirim kpd Ny Abendanon

"Dan waktu itu aku tidak mau lagi melakukan hal2 yg tidak tahu apa perlu dan manfaatnya.
Aku tdk mau lagi baca Al Qur'an, belajar menghafal perumpamaan2 dgn bahasa asing yg tdk aku mengerti artinya. Jangan2, guruku pun tidak mengerti artinya.
Katakanlah kpdku apa artinya, nanti aku akan mempelajari apa saja
Aku berdosa Kitab ini terlalu suci sehingga kami tidak boleh mengerti apa artinya"

Hingga kartini bertemu dgn Kyai Sholeh Darat saat mengikuti pengajian di rumah pamannya yg
menjadi Bupati Di Demak. Saat itu Kyai Sholeh Darat mengajarkan tafsir surat Al Fatihah
Rupanya Kartini sgt terpesona dgn uraian Kyai Sholeh Darat (Mbah Sholeh) krn selama ini gelap baginya makna dari ayat2 suci Al Quran. Padahal kalau kita simak surat2 Kartini menggambarkn bhw ia seorang yg intelek kritis dan rasional

Berikut dialog dgn Kyai Sholeh Darat :

“Kyai, perkenankan saya bertanya bagaimana hukumnya apabila seorang berilmu menyembunyikan ilmunya ?” Kartini membuka dialog

Kyai Sholeh tertegun tapi tak lama. “Mengapa Raden Ajeng bertanya demikian ?” Kyai Sholeh balik tanya

“Kyai, selama hidupku baru kali ini aku berkesempatan memahami makna surat Al Fatihah, surat pertama dan induk Al Qur'an Isinya begitu indah menggetarkan sanubariku” ujar Kartini

Kyai Sholeh tertegun Sang guru seolah tak punya kata utk menyela

Kartini melanjutkan :
“Bukan buatan rasa syukur hati ini kpd Allah Namun, aku heran mengapa selama ini para ulama melarang keras penerjemahan dan penafsiran Al Qur'an ke dalam Bahasa Jawa Bukankah Al Qur'an adalah bimbingan hidup bahagia dan sejahtera bagi manusia ?”

Perlu difahami pada saat itu pemerintah Belanda memang melarang keras para Kyai menerjemahkan Al Qur'an dlm bahasa jawa krn akan membangkitkan jiwa perlawanan mereka terhadap penjajah
Bahkan dlm bahasa dan Aksara Jawapun, Belanda akan mendeteksi krn Belanda menguasai kebudayaan Jawa

Akhirnya Mbah Sholeh membuat keputusan utk menerjemahkn Al Qur'an dgn trik gunakan bahasa bawa dan huruf Arab Pegon (gundul) yg tdk dikuasai Belanda. Terjemahan ini baru sampai Surat Ibrahim karena Mbah Sholeh keburu wafat. Kitab tafsir & terjemahan Qur'an ini diberi nama Kitab Faidhur-Rohman tafsir pertama di Nusantara dlm bahasa Jawa dgn aksara Arab. Kitab ini pula yg dihadiahkannya kpd RA Kartini pada saat dia menikah dgn RM Joyodiningrat, seorang Bupati Rembang.


Kartini amat menyukai hadiah itu dan mengatakan :

“Selama ini Al-Fatihah gelap bagi saya.
Saya tak mengerti sedikitpun maknanya.
Tetapi sejak hari ini ia menjadi terang-benderang sampai kpd makna tersiratnya
sebab Romo Kyai telah menerangkannya dalam bahasa Jawa yg saya pahami”

Kemudian dalam surat Kartini tgl 27 Oktober 1902 kpd Ny Abendanon :

"Sudah lewat masanya, semula kami mengira masyarakat Eropa itu benar-benar yg terbaik
tiada tara Maafkan kami. Apakah ibu anggap masyarakat Eropa itu sempurna? Dapatkah ibu menyangkal bahwa di balik yg indah dalam masyarakat ibu terdapat banyak hal yg sama skali tidak patut disebut peradaban

Tidak sekali-kali kami hendak menjadikan murid-murid kami sebagai orang setengah Eropa atau orang Jawa kebarat-baratan"

Dalam suratnya kpd Ny Van Kol tgl 21 Juli 1902 Kartini juga menulis :

"Saya bertekad dan berupaya perbaiki citra Islam, yg selama ini kerap menjadi sasaran fitnah.
Semoga kami mendapat rahmat, dapat bekerja membuat agama lain memandang Islam sebagai agama yg disukai"

Lalu dalam surat ke Ny Abendanon tgl 1 Agustus 1903 Kartini menulis :

"Ingin benar saya gunakan gelar tertinggi, yaitu Hamba Allah"

Melalui Mbah Sholeh itulah RA Kartini menemukan ayat yg amat berkesan di dalam hatinya yaitu:

"Orang-orang beriman dibimbing Allah dari gelap menuju cahaya (iman)" (QS al-Baqarah: 257)

Sumber :
”Habis Gelap Terbitlah Terang” oleh RA Kartini dan sumber lainnya.


Baca Selanjutnya»

Metode Mudah Menghafal Huruf Jepang (Hiragana & Katakana)

0 Commenter
Tidak mudah untuk mempelajari huruf Jepang yang memiliki 3 bentuk huruf yang dipakai untuk keperluan yang berbeda. Tulisan Jepang terbagi kepada tiga:
  1. Aksara Kanji (漢字) yang berasal dari China
  2. Aksara Hiragana (ひらがな) dan
  3. Aksara Katakana (カタカナ);
Banyak orang sudah pusing ketika pertama kali ingin belajar huruf jepang padahal belajar huruf jepang tidaklah serumit yang dipikirkan. Untuk pemula biasanya disekolah-sekolah bahasa jepang siswa akan diajarkan 2 huruf jepang  terlebih dahulu yaitu hiragana dan katakana.
Sebelum menyebutkan metode menghafal yang mudah sebaiknya kita tau dulu apa kegunaan huruf hiragana dan katakana:

Kegunaan Hiragana
  1. Menulis akhiran kata (okurigana, 送り仮名). Contoh: okuru (mengirim) ditulis: 送. Yang bercetak tebal itulah okurigana.
  2. Menulis kata keterangan (adverb), beberapa kata benda (noun) dan kata sifat (adjektif).
  3. Perkataan-perkataan yang penulisan Kanji-nya tidak diketahui atau sudah lama tidak digunakan.
  4. Menulis bahan bacaan anak-anak seperti buku teks, animasi dan komik (manga).
  5. Menulis furigana, dikenal juga dengan rubi, yaitu teks kecil di atas kanji, yang menandakan bagaimana suatu kata dibaca. Misalnya:
     べんきょう
    勉強 する

Kegunaan Katakana

Dalam bahasa Jepang modern, katakana yang paling sering digunakan untuk transkripsi kata-kata dari bahasa asing (selain kata-kata historis diimpor dari Cina), yang disebut gairaigo. Sebagai contoh, "televisi" ditulis terebi (テレビ). Demikian pula, katakana biasanya digunakan untuk nama negara, tempat-tempat asing, dan nama pribadi asing. Sebagai contoh, Amerika Serikat biasanya disebut sebagai アメリカ (amerika).

METODE cepat menghafal huruf jepang ini sebenarnya mudah dilakukan, yang diperlukan hanyalah kesungguhan hati (niat yang kuat), pensil dan kertas. Kenapa begitu ? karena untuk menghafal huruf jepang ini kita harus menghafalkan bentuk, urutan coretan dan bunyi, hiragana dan katakana dasar masing-masing memiliki  46 huruf (belum termasuk kombinasi huruf), tentunya cukup sulit dilakukan untuk orang-orang yang melakukannya dengan setengah hati. Cara terbaik untuk menghafal adalah dengan menulis, tidak perlu terburu-buru ingin cepat hafal tapi rajinlah menulis diulang terus menerus dari AIUEO sampai N (huruf terahir). Dan cobalah untuk melakukan permainan tebak huruf dan jika memungkinkan ajaklah dengan teman anda. Dengan cara itu saja anda sudah bisa menghafal huruf hiragana dan katakana kurang dari 2 minggu yaitu dengan menulis dan fokus. Tapi masih ada metode terahir yaitu belajar dengan aplikasi, karena saya yakin anda lebih sering memegang smartphone dari pada pensil dan kertas, cara ini akan semakin efektif.  Aplikasi yang saya rekomendasikan adalah Hiragana Katakana (Indonesia), aplikasi ini cukup lengkap dan praktis untuk digunakan menghafal karena menyediakan urutan coretan, bunyi, dan fitur untuk menulis huruf. Aplikasi ini bisa didownload di playstore melalui link berikut HIRAGANA KATAKANA.

 https://play.google.com/store/apps/details?id=com.emboxs.hiraganakatakanahttps://play.google.com/store/apps/details?id=com.emboxs.hiraganakatakana


https://play.google.com/store/apps/details?id=com.emboxs.hiraganakatakana
Download

Metode diatas bersumber dari pengalaman saya pribadi dan saya berhasil menghafal huruf hiragana dan katakana kurang dari 2 minggu. Bahkan metode ini berhasil dilakukan oleh teman saya dan berhasil menghafalkan hiragana dan katakana hanya dalam satu minggu. Sekali lagi niat adalah modal utama,  がんばってください (ganbatte kudasai)...

Baca Selanjutnya»

Mintalah pertohngan kepada Allah dengan Shalat

0 Commenter
“Wahai orang-orang yang beriman, mintalah pertohngan (kepada Allah) dengan sabar dan shalat.” (QS. Al-Baqarah: 153)

AYAT di atas sudah sangat jelas menerangkan kepada kita, bahwa shalat adalah cara kita meminta pertolongan kepada Allah. Jika Anda diliputi ketakutan, dihimpit kesedihan, dan dicekik kerisauan, maka segeralah bangkit untuk melakukan shalat, niscaya jiwa Ada akan kembali tenteram dan tenang. Sesungguhnya, shalat itu — atas izin Allah — sangatlah cukup untuk hanya sekadar menyirnakan kesedihan dan kerisauan.

Setiap kali dirundung kegelisahan, Rasulullah SAW selalu meminta kepada Bilal ibn Rabbah,

"Tenangkanlah kami dengan shalat, wahai Bilal." (Al-Hadits)

Begitulah, shalat benar-benar merupakan penyejuk hati dan sumber kebahagian bagi Rasulullah SAW.



posted from Bloggeroid

Baca Selanjutnya»