Foto & Video Tragedi Batman di Aurora Colorado

Foto Pelaku Penembakan Tragedi Batman

Seorang pria bersenjata yang memakai masker gas dan baju besi membunuh 12 orang pada pertunjukan perdana tengah malam film Batman baru di daerah pinggiran Denver, Jumat dinihari, yang menyulut kekacauan ketika ia melemparkan tabung gas ke dalam gedung bioskop dan memberondongkan tembakan ke arah penonton. Kementerian Luar Negeri menyatakan tiga Warga Negara Indonesia menjadi korban peristiwa penembakan di gedung bioskop The Century 16, Aurora, Colorado, Amerika Serikat, saat pemutaran film The Dark Knight Rises pada

Kepala kepolisian Aurora, Oates mengungkapkan perkembangan terakhir jumlah korban, yakni sekitar 70 orang. Dari 12 korban tewas, 10 di antaranya meninggal di lokasi kejadian. "Hampir setiap orang tertembak," ucapnya. Dikatakannya, hanya beberapa yang dirawat di rumah sakit tidak mengalami luka tembak, tetapi terluka dalam kekacauan tersebut.

"Dalam 60 hari terakhir, Holmes membeli empat senjata api di beberapa toko senjata setempat dan melalui internet. Dia membeli lebih dari 6.000 butir peluru," papar Oates, yang beberapa kali terlihat berusaha menguasai emosi. Amunisi itu terdiri dari 3.000 lebih peluru untuk senapan serbu, 3.000 butir untuk pistol Glock, dan 300 peluru untuk senapan.

"Juga melalui internet, dia membeli sejumlah magasin untuk senapan serbu kaliber 223, termasuk magasin untuk 100 peluru, yang kemudian diamankan di lokasi kejadian," Oates menambahkan.

"Saya mendapat informasi dari para pakar, dengan magasin itu dia bisa memberondongkan antara 50 hingga 60 peluru... dalam satu menit. Sejauh yang kami tahu, berondongan peluru di gedung bioskop itu cukup cepat," Oates menjelaskan.

"Sepengetahuan saya, semua senjata miliknya itu legal, semua magasinnya legal, dan semua peluru itu didapatkannya secara legal," imbuh Oates.

Kasus penembakan membabi buta terbaru itu mengangkat kembali perdebatan tentang pengendalian kepemilikan senjata api di Amerika Serikat. Sebuah lobi yang didukung Asosiasi Senjata Api Nasional (NRA) menuduh Presiden Barack Obama berpihak pada perjanjian PBB untuk membatasi hak konstitusi rakyat AS untuk memiliki senjata api sebanyak yang mereka inginkan


Dapatkan Uang dari Blog Anda dengan BidVertiser

Lo Masih 0 komentar, dikomentari donk.!

Tinggalkan Komentar. Kalau tidak mau komentar ya, tinggalin duwit ya..hihihi