Charlie Hebdo menerbitkan kartun Nabi Muhammad



Belum sembuh luka umat muslim atas film anti-Islam itu, surat kabar Prancis, Charlie Hebdo malah menyiram air garam dengan menerbitkan kartun Nabi Muhammad SAW. Tak ayal, setidaknya puluhan juta umat muslim di 20 negara-negara yang mayoritas beragama Islam mendemo kantor Kedutaan Besar Amerika Serikat dan Kedubes Prancis.

Demonstrasi teranyar meletus di Republik Rakyat Bangladesh, Sabtu (22/9). Bentrokan terjadi di pusat Kota Dhaka, ketika pengunjuk rasa dari 12 aliansi partai Islam dipukul mundur polisi.

Bentrokan tak dapat dihindari ketika polisi melepaskan tembakan gas air mata ke arah para pendemo. Polisi Bangladesh mengklaim cara tersebut adalah jalan terakhir untuk membubarkan massa yang kian beringas.

Sementara di Prancis, Pria Prancis Mengaku Bunuh Pembuat Kartun Nabi, Polisi Prancis menangkap seorang pria yang mengaku sudah membunuh seorang editor surat kabar Charlie Hebdo yang memuat kartu Nabi Muhammad SAW. Pria itu dilumpuhkan setelah ia mengabarkan telah menghabisi nyawa sang editor di salah satu situs jihad.
Keterangan tersebut diungkap salah satu sumber Pengadilan Prancis. Dalam situs jihad tersebut, pria itu mengaku sudah membunuh dan memenggal kepala sang editor yang bertanggung jawab atas terbitnya kartun Rasulullah SAW tanpa busana.

"Editor tersebut tidak bisa dibiarkan hidup dalam damai," kata si pria yang tidak disebutkan namanya, seperti dinukil Alarabiya.net.

Polisi menahan pria tersebut di sebelah barat Kota La Rochelle. Polisi saat ini sedang membuka penyelidikan awal atas tuduhan pembunuhan tersebut.

Para pemimpin muslim di Prancis, Jumat (21/9) kemarin mengimbau agar tidak melakukan kekerasan dan protes terhadap kartun Nabi Muhammad SAW. Menteri Dalam Negeri Prancis, Manuel Valls menegaskan, akan memberikan sanksi kepada para pengunjuk rasa yang menggelar demo menentang terbitnya kartun Nabi. Manuel Valls beralasan, demonstrasi akan mengganggu ketertiban umum.

Terbitnya kartun Nabi Muhammad SAW menambah panas umat muslim dunia, menyusul beredarnya film 'Innocence of Muslims' yang menghina Rasulullah SAW. Demonstrasi umat muslim Prancis di Kantor Kedubes Amerika Serikat di Paris, sempat pecah akhir pekan lalu. Sedikitnya 150 pengunjuk rasa digaruk polisi.

Meski Pemerintah Prancis melarang demonstrasi, umat muslim Prancis rencananya bakal menggelar aksi protes besar-besaran.



Sudah ada 1 komentar, tambain donk.!

  1. Coba ada karikatur nabi muamat tanpa busana + plus nabi muamat minum miras wodka

    BalasHapus

Kalau tidak mau tambah komentar ya, tinggalin duwit ya?